Analogi yang muncul dalam pengertian
pameran In Between ini
adalah bagaimana seniman harus bermain dalam pelbagai loncatan kerja
kreatifnya? Bagaimana mereka mengkondisikan pikiran tentang media
yang dipakai dengan latar belakang pendidikan/ budaya/identitasnya yang
dimiliki sebelumnya? Bagaimana pula konsep yang seniman ajukan dalam
berbagai fenomena silang media tersebut? Mereka yang merasa berlatar seni
lukis, tentu akan memberi kesan tentang seni patung (baca: karya seni
non-lukis) yang ia buat sendiri, demikian sebaliknya. Atau mereka yang
sebelumnya dari disiplin ilmu non-lukis (sosial, arkeologi, sastra, politik,
teknik, desain, kriya) mengalami proses "ulang-alik" atau "dunia antara"
kemudian hidup sebagai pelukis?